Semarak FSM ke-6 Trenggalek: Saat Ratusan Pelajar Adu Ketangkasan Digital Kuasai Aswaja. Suasana Laboratorium Komputer SMK Islam 1 Durenan mendadak riuh oleh ketukan jari ratusan pelajar. Berbeda dari kompetensi komputer pada umumnya, layar monitor yang mereka hadapi hari itu menampilkan soal-soal ujian Olimpiade Pendidikan Aswaja dan Ke-NU-an.
Ajang bergengsi ini merupakan bagian dari Semarak Festival Santri Ma'arif (FSM) ke-6 yang dihelat oleh LP Ma’arif NU Cabang Trenggalek bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) Fest. Sebanyak 268 peserta—mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA sederajat—tampak antusias mengikuti kompetisi berbasis digital tersebut.
Ketua PC LP Ma’arif NU Trenggalek, Dr. Mohib Asrori, didampingi Sekretaris H. Ahmad Nahrowi, mengungkapkan bahwa olimpiade ini telah menjadi agenda rutin selama delapan tahun terakhir. Di tengah menaungi 1.538 lembaga formal dan non-formal di Trenggalek, kegiatan ini berfungsi sebagai tolok ukur efektivitas muatan lokal (mulok) Aswaja sekaligus menjaga marwah identitas ke-NU-an sejak dini. Meski sempat diguyur hujan yang membuat upacara pembukaan di lapangan terbuka dialihkan ke ruang kelas, semangat para peserta sama sekali tidak surut. Tantangan ujian pun kian menarik karena memadukan narasi berbahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, yang menguji wawasan peserta dari sejarah KH. M. Hasyim Asy'ari hingga nilai-nilai kebangsaan.
Menariknya, ajang ini juga menjadi kado penutup yang manis bagi kepengurusan LP Ma’arif NU Trenggalek periode ini menjelang akhir masa bakti pada November mendatang. Melalui inovasi evaluasi seperti ini—termasuk kepemilikan ijazah khusus Ma'arif di samping ijazah nasional—mereka berharap benteng ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah di Trenggalek akan terus kokoh terjaga.


12.43
MI Krandegan I

Posted in: 